Kegiatan ini difokuskan untuk mensosialisasikan dan mengkonsolidasikan rekomendasi Rakernas yang diselenggarakan di Kota Batam, Kepulauan Riau pada pertengahan Januari 2026.
Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, SH., MH dalam kapasitasnya sebagai Wakil Sekretaris Jenderal APKASI menjelaskan substansi pertemuan.
“Rapat ini menjadi wahana untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus membahas sejumlah isu krusial yang menjadi prioritas pembangunan nasional,” ujarnya.
Pertemuan menetapkan tiga tujuan utama dari Rakernas XVII APKASI 2026, yakni mengkonsolidasikan organisasi APKASI, meningkatkan peran sebagai wadah penyaluran aspirasi daerah, dan menguatkan kolaborasi lintas tingkatan pemerintahan.
Isu strategis yang menjadi fokus pembahasan mencakup pemberdayaan kewenangan daerah, pengelolaan kepegawaian, penguatan kemandirian pangan, perumusan roadmap pembangunan berkelanjutan, serta mekanisme transfer ke daerah.
Selain itu, seluruh anggota APKASI yang terdiri dari 416 bupati mendorong implementasi solusi konkret untuk berbagai permasalahan daerah, termasuk reformasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Data menunjukkan sekitar 30 persen dari total 1.091 BUMD di seluruh Indonesia melaporkan kondisi kerugian.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen APKASI untuk menjadi agen pembangunan yang proaktif, menjembatani harapan daerah dengan kebijakan pusat.
Sinergi yang terbangun diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang lebih adaptif dengan kebutuhan daerah dan mendorong percepatan pembangunan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat seluruh Indonesia. (*/Sangkut)














