Kapolri Apresiasi Penurunan Fatalitas Laka, Polda Sumsel Siap Kawal Puncak Arus Balik

Kapolri Apresiasi Penurunan Fatalitas Laka, Polda Sumsel Siap Kawal Puncak Arus Balik

Spread the love
         
 
  
                 
   
Palembang, Radar Keadilan Kegiatan evaluasi dan monitoring nasional kamtibmas serta pelayanan Idul Fitri 1447 H digelar melalui Zoom Meeting pada Selasa pukul 11.00 WIB, dengan fokus pada pengamanan puncak arus balik Lebaran.

Jajaran Polda Sumatera Selatan dipimpin Kapolda Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho bersama tamu undangan mengikuti acara evaluasi dan koordinasi pengamanan arus balik Lebaran 1447 H di kawasan Riverside Benteng Kuto Besak Palembang, dengan fokus pada sinergi lintas pihak untuk menjamin keamanan dan kelancaran perjalanan masyarakat.| Andrian, radarkeadilan.com

Acara ini menyoroti capaian keberhasilan penurunan angka kecelakaan lalu lintas dan korban jiwa nasional, sekaligus menetapkan strategi untuk menjaga stabilitas hingga akhir periode arus balik.

Rapat nasional tersebut diikuti dari kawasan Riverside Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, sekaligus menjadi titik pengawasan langsung terhadap aktivitas masyarakat di pusat wisata kota.

Kapolri menyampaikan apresiasi penuh atas capaian jajaran kepolisian yang berhasil menekan angka kecelakaan dan fatalitas meskipun volume kendaraan mudik meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Capaian tersebut dinilai sebagai bukti keberhasilan Operasi Ketupat 2026 yang dilaksanakan secara sinergis lintas sektor.

Namun demikian, tantangan terbesar ditempatkan pada fase arus balik, yang memerlukan kesiapan maksimal dari seluruh jajaran kepolisian di seluruh Indonesia, termasuk wilayah Sumatera Selatan sebagai jalur strategis perlintasan pemudik.

Kapolri menegaskan pentingnya penerapan rekayasa lalu lintas yang fleksibel dan adaptif berbasis data real-time.

Skema seperti one way, contraflow, serta buka-tutup jalur diminta diterapkan sesuai kondisi lapangan, sementara kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 25 hingga 27 Maret 2026 diharapkan mampu mengurai kepadatan puncak arus balik dengan memberi ruang bagi masyarakat mengatur waktu perjalanan.

Selain pengamanan lalu lintas, Kapolri juga menekankan peningkatan pengamanan objek wisata yang masih ramai dikunjungi.

Edukasi keselamatan, khususnya di lokasi wisata air dan berisiko, diminta terus ditingkatkan untuk menjamin keamanan pengunjung.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho menegaskan kesiapan penuh jajaran dalam menindaklanjuti seluruh arahan Kapolri.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho melakukan diskusi intensif dengan tamu undangan selama kegiatan evaluasi pengamanan arus balik Lebaran 1447 H di kawasan Riverside Benteng Kuto Besak Palembang, membahas strategi implementasi langkah-langkah pengamanan untuk menjamin kelancaran dan keamanan perjalanan masyarakat.| Andrian, radarkeadilan.com

“Polda Sumsel siap melaksanakan seluruh arahan Kapolri. Rekayasa lalu lintas kami terapkan secara fleksibel sesuai kondisi lapangan, dan pengamanan objek wisata tetap kami perkuat,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menjelaskan bahwa kehadiran di BKB Palembang merupakan representasi nyata Polri hadir langsung di tengah masyarakat.

“Kami tidak hanya mengawal arus lalu lintas, tetapi juga memastikan masyarakat yang berwisata tetap aman dan nyaman. Arahan Kapolri langsung kami implementasikan di lapangan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan bijak dengan memanfaatkan kebijakan WFA.

“Hindari kepadatan di puncak arus balik. Persiapkan perjalanan dengan baik, dan segera hubungi Call Center Polri 110 jika membutuhkan bantuan,” tegasnya.

Saat ini, situasi arus balik di wilayah Sumatera Selatan terpantau aman dan terkendali dengan pengawasan intensif di seluruh jalur strategis dan objek wisata.

Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan dalam mengawal arus balik, memastikan setiap masyarakat kembali ke tempat tujuan dengan selamat, aman, dan lancar – menjawab tantangan yang telah diantisipasi sejak awal pelaksanaan Operasi Ketupat 2026(*/Andrian)