Lonjakan Tajam Partisipasi: ASN OKI Salurkan 60 Hewan Kurban, Bukti Nyata Semangat Berbagi di Idul Adha 1447 H

Lonjakan Tajam Partisipasi: ASN OKI Salurkan 60 Hewan Kurban, Bukti Nyata Semangat Berbagi di Idul Adha 1447 H

AGAMA, Berita, HARI BESAR, OKI, SOSIAL2700 Dilihat

Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan Semangat kepedulian sosial dan gotong royong aparatur pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengalami peningkatan luar biasa pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.

Tahun ini, jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), pejabat daerah, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan mitra kerja sama berhasil menyalurkan bantuan sebanyak 60 ekor hewan kurban yang terdiri dari 31 ekor sapi dan 29 ekor kambing guna memenuhi kebutuhan daging bagi masyarakat kurang mampu di berbagai wilayah kecamatan.

banner"300x300"title"300x300" banner"300x300"title"300x300"

Distribusi daging kurban ini diprioritaskan untuk warga yang tergolong tidak mampu serta fakir miskin, sebagai wujud nyata kehadiran pemerintah daerah dalam berbagi kebahagiaan.

Seluruh hewan kurban yang disalurkan merupakan hasil partisipasi dan sumbangan pribadi dari para ASN dan elemen terkait, serta dukungan bantuan satu ekor sapi dari Presiden Republik Indonesia.

Penyaluran ini sepenuhnya tidak membebani keuangan daerah atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten OKI.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah OKI, M. Danni Oktaviano, mengungkapkan bahwa jumlah partisipasi tahun ini melonjak signifikan jika dibandingkan capaian pada tahun sebelumnya.

Peningkatan ini menjadi indikasi kuat bahwa nilai-nilai kebersamaan semakin mengakar di lingkungan birokrasi setempat.

“Secara total, terkumpul sekitar 60 hewan kurban yang berasal dari kontribusi individu di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKI, ditambah satu ekor sapi bantuan dari Bapak Presiden. Angka ini sangat jauh meningkat dibandingkan tahun 2025 lalu, di mana baru tercatat sebanyak sembilan ekor sapi,” ujar Danni Oktaviano saat memberikan keterangan resmi, Rabu (27/5/2026).

Peningkatan jumlah tersebut bukan terjadi secara instan. Sejak dikeluarkannya imbauan oleh Bupati OKI, Muchendi, pada Juni 2025 lalu, seluruh jajaran birokrasi telah berkomitmen untuk menghidupkan kembali semangat berbagi dan kepedulian sosial.

Implementasi dilakukan melalui sistem pengumpulan dana secara bertahap atau arisan selama kurun waktu satu tahun, sehingga memudahkan setiap individu untuk berpartisipasi dan akhirnya berhasil mengumpulkan jumlah hewan kurban yang cukup besar.

“Dalam jangka waktu kurang lebih satu tahun, para ASN mencicil partisipasinya melalui sistem arisan. Langkah ini terbukti efektif mengumpulkan hewan kurban dalam jumlah yang sangat memuaskan tahun ini,” tambah Danni.

Proses penyaluran hewan kurban telah dimulai secara bertahap sejak hari Senin, menyasar sejumlah titik lokasi penerima yang tersebar di berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten OKI agar manfaatnya dapat dirasakan merata oleh masyarakat luas.

Sementara itu, Bupati OKI, Muchendi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas tingginya antusiasme dan kepedulian yang ditunjukkan oleh para ASN, manajemen BUMD, serta seluruh mitra yang terlibat dalam program bernama Tebar Kurban tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar ibadah, melainkan manifestasi nyata dari kepedulian terhadap sesama.

“Inisiatif dan semangat berbagi ini adalah bukti nyata kepedulian kita, khususnya bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa persatuan dan kepedulian sosial di OKI tetap kokoh terjaga,” tegas Muchendi.

Lebih jauh, Muchendi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan momentum perayaan Idul Adha sebagai momen introspeksi diri sekaligus sarana memperkuat ikatan solidaritas antarsesama.

Makna pengorbanan dalam ibadah kurban diharapkan dapat diterjemahkan ke dalam kehidupan bermasyarakat secara lebih luas.

“Mari kita tanamkan pemahaman bahwa berkurban memiliki makna mendalam, yaitu berkorban demi kepentingan bersama, rela menahan ego pribadi, senantiasa memperkuat persatuan, serta menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten OKI. Semangat inilah yang harus terus kita rawat demi kemajuan daerah,” pungkas Muchendi, menegaskan harapan agar nilai kebersamaan ini terus menjadi pondasi utama pembangunan daerah yang berkelanjutan(*/Heri)