Keberhasilan ini diraih berkat inovasi strategis berupa digitalisasi desa dan program unggulan Internet Gotong Royong yang dinilai efektif mempercepat transformasi digital hingga ke pelosok wilayah.
Tim perwakilan Kabupaten OKI yang diketuai oleh Muttaqin Noviandy Shariff, M.Kom, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika, bersama anggota Rico Abot, S.P., M.M., dan Deddy Rezano A, M.Kom, berhasil meyakinkan dewan juri dengan gagasan yang matang.
Dalam karya tulisnya, tim menekankan bahwa infrastruktur internet yang merata merupakan fondasi utama untuk mempercepat layanan publik, membuka akses pendidikan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara luas dan inklusif.
Program ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara Pemerintah Kabupaten OKI dengan operator seluler Telkomsel dalam upaya menjangkau wilayah blank spot atau area dengan sinyal lemah.
Melalui skema ini, pihak operator menyediakan perangkat dan teknologi, sementara pemerintah desa dan masyarakat berperan menyediakan infrastruktur pendukung seperti menara masjid, bangunan tinggi, atau tiang khusus sebagai titik pemancar dan penguat sinyal.
Pendekatan kolaboratif ini terbukti mampu memperluas cakupan akses internet secara signifikan, memastikan layanan digital dapat dinikmati hingga ke desa-desa terjauh, sekaligus mendorong kemandirian dan partisipasi aktif masyarakat.
Dalam kesempatannya, Aries Permadi menjelaskan bahwa penilaian dalam ajang ini tidak hanya berfokus pada data statistik semata, melainkan juga melihat dampak nyata transformasi digital terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Infrastruktur internet yang merata menjadi kunci agar desa dapat mengakses layanan publik digital, pendidikan, dan peluang ekonomi baru,” tegasnya.
Prestasi membanggakan ini menjadi pendorong semangat bagi seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten OKI untuk terus berinovasi. Komitmen untuk memperkuat digitalisasi desa serta implementasi ETPD yang transparan, efisien, dan akuntabel akan terus ditingkatkan.









