Oknum Kepala Dinas Di OKU Selatan Diduga Intimidasi Wartawan, SMSI Minta Evaluasi Bupati

Oknum Kepala Dinas Di OKU Selatan Diduga Intimidasi Wartawan, SMSI Minta Evaluasi Bupati

Spread the love
         
 
  
                 
   
OKU Selatan, Radar Keadilan Sebuah insiden yang diduga merupakan tindakan intimidasi dan pelanggaran kebebasan pers terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKU Selatan.

Seorang oknum kepala dinas dilaporkan bersikap arogan, mengunci pintu ruangan, hingga menantang wartawan saat sedang menjalankan tugas peliputan dan konfirmasi berita.

Peristiwa bermula ketika dua orang wartawan, Sri Fitriyana dari PALTV dan Afriadi dari OKU Today, mendatangi kantor dinas terkait guna melakukan konfirmasi data terkait pemberitaan.

Namun, sesampainya di ruang kerja pejabat tersebut, kedua awak media justru disambut dengan sikap yang tidak profesional.

Oknum kepala dinas tersebut diduga berdiri, mengunci pintu dari dalam, dan menantang kedua wartawan untuk berkelahi dengan nada tinggi.

“Saya ladeni. Saya ini siap mati, hari ini pun siap. Anak saya cuma satu, dan saya baru dua bulan jadi kepala dinas,” ucap pejabat tersebut dalam percakapan yang terekam.

Merasa tidak aman dan terancam jiwanya, kedua wartawan memilih meninggalkan ruangan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Atas perlakuan tersebut, korban telah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Menanggapi kasus ini, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumatera Selatan, Jon Heri, mengecam keras tindakan oknum pejabat tersebut.

Ia menilai sikap tersebut sangat tidak pantas, mencederai etika birokrasi, serta berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Ini perbuatan yang tidak bisa dibenarkan sama sekali. Wartawan sedang menjalankan tugas profesi, apalagi salah satunya adalah perempuan. Tindakan seperti ini jelas mencederai kebebasan pers dan demokrasi,” tegas Jon Heri.

 

Ia mendesak pihak kepolisian untuk menindaklanjuti laporan tersebut secara transparan dan profesional.

Selain itu, Jon Heri juga meminta Bupati OKU Selatan untuk segera melakukan evaluasi kinerja terhadap pejabat yang bersangkutan demi menjaga citra positif pemerintahan dan memastikan ruang gerak pers tetap aman dan kondusif. (*/SMSI OKI Selatan)