
Acara tersebut menandai kembalinya aktivitas kedinasan pasca cuti bersama Idul Fitri 1447 H dan menjadi momentum konsolidasi internal untuk menyelaraskan kebijakan guna menghadapi tantangan mendatang.
Kegiatan dihadiri oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, Inspektur Wilayah Daerah (Irwasda) Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, seluruh Pejabat Utama (PJU), dan personel Polda Sumsel.

Kapolda apresiasi dedikasi seluruh personel dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat selama bulan Ramadhan, perayaan Idul Fitri, hingga Hari Raya Nyepi.
Keberhasilan pengamanan dinilai sebagai hasil sinergi kuat antara Korps Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI), pemerintah daerah, Aparatur Sipil Negara (ASN), dan seluruh elemen masyarakat.
“Keberhasilan pengamanan ini adalah hasil kerja bersama. Ini menjadi modal kepercayaan publik yang harus kita jaga dan tingkatkan,” tegas Kapolda.
Kapolda menegaskan Operasi Ketupat 2026 belum resmi berakhir dan akan berlangsung hingga pukul 24.00 WIB hari tersebut.
Seluruh personel diperintahkan tetap siaga penuh untuk memantau dinamika arus balik serta situasi ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas) di wilayah Sumatera Selatan, sebagai komitmen untuk menutup rangkaian operasi dengan standar pengamanan tertinggi.
Selain pengamanan arus balik, potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi fokus perhatian utama. Berdasarkan data dan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun 2026 diperkirakan datang lebih awal dan cenderung lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya, dengan puncak terjadi pada Juli hingga Agustus.
Kapolda instruksikan seluruh jajaran segera memperkuat langkah mitigasi melalui sinergi lintas instansi, pemetaan wilayah rawan, edukasi kepada masyarakat, dan pencegahan praktik pembakaran lahan.
“Karhutla tidak bisa ditangani secara sektoral. Kita harus bergerak bersama dan lakukan pencegahan sejak dini,” tegas Kapolda.
Selain itu, Kapolda memberikan penekanan tegas kepada seluruh Satuan Kerja (Satker) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program kerja dan penyerapan anggaran tahun 2026.
Kinerja institusi diharapkan tidak hanya bersifat administratif, melainkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Program kerja tidak boleh hanya selesai di atas kertas. Harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Apel pagi dilanjutkan dengan kegiatan halal bihalal yang diwarnai saling bersalaman antar personel, menjadi simbol penguatan soliditas internal dan semangat kebersamaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kepala Bidang Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mencerminkan kepemimpinan yang responsif dan terarah.
“Kapolda tidak hanya mengapresiasi capaian, tetapi juga langsung memetakan tantangan ke depan. Ini menunjukkan Polda Sumsel selalu siap menghadapi dinamika yang berkembang,” ujarnya.
Acara apel perdana dan halal bihalal Idul Fitri 1447 H menegaskan komitmen Polda Sumatera Selatan untuk tidak berhenti pada momen seremonial, melainkan langsung bergerak menghadapi tantangan ke depan.
Di bawah kepemimpinan Irjen Pol Dr. H. Sandi Nugroho, seluruh jajaran berkomitmen untuk menuntaskan Operasi Ketupat 2026 dengan optimal, mengantisipasi Karhutla secara proaktif, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.












