Hadapi Ancaman El Nino 2026, OKI Jadi Lokus Utama Percepatan Tanam Padi Sumsel Sasaran 111 Ribu Hektare

Hadapi Ancaman El Nino 2026, OKI Jadi Lokus Utama Percepatan Tanam Padi Sumsel Sasaran 111 Ribu Hektare

Berita, OKI, PERTANIAN2655 Dilihat

Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan Menghadapi potensi fenomena El Nino yang diprediksi memicu kemarau ekstrem pada tahun 2026, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menetapkan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sebagai lokus utama strategi percepatan tanam padi.

Petani di Desa Cahya Bumi, Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI, mulai menanam padi secara serentak dalam pencanangan Gerakan Tanam Menyongsong El Nino, Selasa (19/5/2026), sebagai langkah nyata mempercepat masa tanam dan mengamankan produksi pangan di tengah potensi kemarau panjang. | Heri Yanto, radarkeadilan.com

Langkah strategis ini ditetapkan dengan target luas tanam mencapai 111 ribu hektare, sebagai upaya konkret mengamankan ketahanan pangan daerah di tengah ancaman penurunan produksi akibat iklim yang tidak menentu.

Pencanangan gerakan percepatan tanam tersebut dilaksanakan secara resmi di Desa Cahya Bumi, Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI, pada Selasa (19/5/2026), menandai dimulainya gerakan masif pertanian di wilayah tersebut.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan bahwa langkah ini merupakan antisipasi utama sekaligus bentuk kesiapan penuh pemerintah menjaga produktivitas pertanian.

“Gerakan percepatan tanam ini menjadi langkah strategis mengantisipasi potensi kemarau panjang akibat El Nino, sekaligus upaya tegas menjaga produksi pangan Sumatera Selatan tetap berada di tingkat yang optimal dan berkelanjutan,” ujar Deru.

Ia meyakini target seluas 111 ribu hektare masih sangat realistis dicapai.

Hal ini didasari pada data bahwa curah hujan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan masih tergolong cukup tinggi, sehingga pelaksanaan tanam secara masif dapat terus dilakukan dan dioptimalkan sebelum puncak kemarau terjadi.

Sementara itu, Komandan Resor Militer 044/Garuda Dempo, Brigadir Jenderal TNI Khabib Mahfud, memaparkan potensi besar lahan pertanian yang dimiliki provinsi ini.

Secara total, luas lahan sawah baku di Sumatera Selatan mencapai 519 ribu hektare, di mana sekitar 73 persennya berupa lahan rawa lebak dan lahan pasang surut.

Jenis lahan ini memiliki daya dukung tinggi dan potensi besar untuk dikembangkan guna mendorong peningkatan hasil panen.

“Pelaksanaan gerakan tanam padi masih sangat memungkinkan dan memiliki peluang sukses yang besar, mengingat luasnya potensi lahan yang tersedia. Sebanyak 73 persen dari total lahan sawah baku merupakan lahan rawa lebak dan pasang surut yang karakteristiknya sangat mendukung budidaya padi,” jelas Khabib Mahfud.

Pemerintah Kabupaten OKI turut menyampaikan optimisme tinggi terhadap keberhasilan program ini.

Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, menyatakan bahwa sasaran luas tanam dapat tercapai secara maksimal apabila dukungan sarana dan prasarana pertanian tersedia secara memadai, merata, dan tepat waktu.

Dukungan tersebut mencakup penyediaan benih unggul, pupuk bersubsidi, serta ketersediaan alat dan mesin pertanian, baik untuk tahap pengolahan lahan maupun pascapanen.

Lebih jauh, Muchendi menargetkan adanya peningkatan signifikan dalam indeks pertanaman (IP).

Melalui dukungan fasilitas dan teknologi yang memadai, indeks pertanaman diharapkan mampu naik dari IP 100 menjadi IP 200, bahkan berpotensi mencapai IP 300.

“Kami sangat optimistis target tersebut akan tercapai apabila dukungan sarana produksi pertanian tersedia dengan baik dan berjalan lancar. Dukungan ini sekaligus menjadi kunci utama peningkatan indeks pertanaman, guna memastikan lahan dapat ditanami lebih dari satu kali dalam setahun,” tegas Muchendi.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Bupati OKI Muchendi Mahzareki, serta unsur pimpinan daerah dan TNI/Polri secara simbolis menyerahkan bantuan sarana produksi pertanian berupa pupuk dan bibit kepada perwakilan petani dalam acara pencanangan Gerakan Tanam Menyongsong El Nino di Kabupaten OKI, Selasa (19/5/2026), guna mendukung percepatan tanam dan peningkatan hasil panen seluas 400 hektare. | Heri Yanto, radarkeadilan.com

Ia juga memaparkan data potensi wilayahnya, di mana luas lahan sawah baku di Kabupaten OKI mencapai 105.436 hektare.

Sekitar 30 persen dari luas tersebut merupakan lahan rawa lebak yang selama ini belum tergarap secara optimal akibat genangan air dengan kedalaman dua hingga empat meter.

Kondisi kemarau yang diprediksi datang bersamaan dengan El Nino justru dipandang sebagai peluang emas untuk membuka dan memperluas areal tanam di kawasan yang sebelumnya sulit dijangkau tersebut.

Melalui gerakan percepatan tanam ini, Pemerintah Kabupaten OKI menegaskan komitmen kuatnya dalam mendukung kebijakan provinsi untuk meningkatkan produksi pangan nasional.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru didampingi Bupati OKI Muchendi Mahzareki dan Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud menyerahkan bibit padi kepada petani dalam pencanangan gerakan percepatan tanam di Desa Cahya Bumi, Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI, Selasa (19/5/2026), sebagai langkah strategis mengamankan produksi pangan menghadapi potensi El Nino 2026. | Heri Yanto, radarkeadilan.com

Langkah ini bukan sekadar upaya menghadapi tantangan iklim, melainkan juga wujud pemanfaatan potensi alam secara maksimal agar Sumatera Selatan tetap menjadi salah satu lumbung pangan andalan di Indonesia, meski di tengah tekanan kondisi cuaca yang ekstrem(*/Heri)