Palembang, Radar Keadilan – Menanggapi meningkatnya ancaman kejahatan siber dan penipuan keuangan digital yang kian meresahkan masyarakat, Polda Sumatera Selatan secara resmi menginisiasi langkah strategis melalui peluncuran Gerakan Sumsel Anti-Scam.
Program ini digulirkan sebagai upaya konkret meminimalkan risiko kerugian masyarakat, dengan melibatkan kolaborasi lintas sektor bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan menggandeng Dewan Pimpinan Wilayah Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Provinsi Sumsel sebagai mitra strategis utama.

Komitmen kerja sama ini ditegaskan dalam pertemuan silaturahmi yang berlangsung di Palembang, Senin (25/5/2026), antara Kasubdit V Kamsus Ditintelkam Polda Sumsel, Kompol Andi Kusuma Jaya, S.S.T., M.H., M.Mar., bersama jajaran pengurus SWI Sumsel yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum, Hariyono.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menyepakati peran masing-masing untuk membangun ekosistem digital yang aman dan kondusif di wilayah Bumi Sriwijaya.
Kompol Andi Kusuma Jaya menjelaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar tindakan penegakan hukum, melainkan pendekatan menyeluruh yang mengutamakan langkah pencegahan melalui peningkatan pemahaman dan literasi masyarakat.
Menurutnya, modus operandi pelaku kejahatan siber terus berkembang dan semakin canggih, sehingga penindakan semata tidak lagi cukup untuk memutus mata rantai kejahatan tersebut.
“Gerakan Sumsel Anti-Scam kami canangkan secara khusus untuk memberikan pemahaman mendalam kepada seluruh lapisan masyarakat mengenai bahaya penipuan digital atau scamming. Ini adalah strategi utama kami untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan. Kami sadar, keamanan ruang digital tidak bisa dibangun sendirian. Diperlukan kesadaran publik yang tinggi agar tidak mudah terperdaya, dan di sinilah peran edukasi menjadi sangat krusial,” tegas Kompol Andi Kusuma Jaya.
Sementara itu, menyikapi inisiatif yang diluncurkan kepolisian, Ketua SWI Sumsel, Hariyono, menyatakan dukungan penuh dan kesiapan seluruh anggotanya untuk berperan sebagai garda terdepan penyebar informasi.
Ia menegaskan bahwa pers memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk turut serta menjaga keamanan masyarakat melalui penyajian informasi yang faktual, objektif, dan mendidik.
“Kami menyambut baik dan mendukung penuh langkah strategis yang diambil Kapolda Sumsel bersama OJK. Sebagai insan pers, kami berkomitmen mengawal program ini dengan menyajikan pemberitaan yang bersifat edukatif. Tujuan kami jelas: meningkatkan literasi digital masyarakat Sumsel agar semakin cerdas dan waspada, sehingga angka korban penipuan daring dapat ditekan hingga ke titik terendah,” ujar Hariyono.
Senada dengan ketuanya, Bendahara SWI Sumsel, Suherman, menambahkan bahwa keterlibatan pihaknya tidak terbatas pada liputan pemberitaan semata.
SWI berkomitmen untuk turun langsung ke lapangan, menjangkau hingga ke akar rumput, guna memastikan pesan-pesan keamanan transaksi keuangan tersampaikan dengan baik dan dipahami secara utuh oleh masyarakat luas.
“Dukungan kami tidak hanya berhenti pada narasi di media. Kami siap bergerak bersama kepolisian dan OJK dalam berbagai kegiatan literasi digital. Edukasi mengenai cara mengenali modus penipuan dan langkah menjaga keamanan data pribadi harus menyentuh semua kalangan, mulai dari perkotaan hingga pelosok desa. Ini adalah bentuk pengabdian kami untuk menciptakan masyarakat yang tangguh menghadapi tantangan teknologi,” tambah Suherman.
Kolaborasi sinergis antara tiga pilar utama – penegakan hukum oleh Polda Sumsel, pengawasan sektor jasa keuangan oleh OJK, serta edukasi masif melalui media massa – diharapkan mampu membangun benteng pertahanan yang kokoh terhadap ancaman kejahatan siber.
Melalui kerja sama yang erat ini, diharapkan tingkat kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap risiko transaksi digital meningkat pesat, sekaligus menutup celah yang selama ini dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk beraksi.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antarinstansi dan peran aktif pers merupakan kunci utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah pesatnya transformasi teknologi, demi mewujudkan lingkungan digital yang aman, sehat, dan bermanfaat bagi kemajuan bersama. (*/SWI Sumsel)










