Spread the love
Post Views: 4,824
Musi Banyuasin, Radar Keadilan – Derasnya arus Sungai Musi yang dipicu oleh curah hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir kembali menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Pada Kamis malam (3/4/2025) pukul 20.00 WIB, sebuah peristiwa longsor terjadi di jalan raya lama, Dusun 3 Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana dan perencanaan wilayah berbasis risiko alam.
Meski tidak menelan korban jiwa, dampak longsor tersebut sangat nyata. Sembilan rumah yang berada di pinggir jalan raya lama, tepat di bibir Sungai Musi, terancam rusak lebih parah jika tidak segera dilakukan penanganan. Tanah yang terus terkikis akibat derasnya arus sungai telah memperlemah struktur tebing, sehingga rumah-rumah warga berada dalam kondisi kritis.
Fenomena longsor seperti ini bukanlah kejadian yang datang tiba-tiba. Kombinasi antara curah hujan tinggi, aliran sungai yang deras, serta kondisi geografis yang rawan longsor, menjadi pemicu utama. Banyak daerah di sepanjang Sungai Musi mengalami tantangan serupa, terutama ketika infrastruktur dan tata ruang tidak dirancang dengan mempertimbangkan risiko bencana alam.
“Nanti kalau sudah aktif hari kerja, akan dibahas lebih lanjut bagaimana solusinya. Ini kan suasana lebaran dan Masi suasana libur pasca Hari raya. Namun saya sudah meninjau lokasi untuk memastikan kondisi lapangan. Insya’ Allah ada solusi terbaik,dan mengimbau warga agar lebih waspada,” ujar Suito.
Suito kembali melanjutkan, “Kejadian di Desa Kasmaran ini hendaknya menjadi alarm bagi kita semua. Pemerintah daerah melalui dinas terkait, seperti BPBD, Dinas PUPR, dan Dinas Sosial, diharapkan tidak hanya hadir pasca-kejadian, namun juga aktif dalam upaya preventif. Membangun sinergi dengan masyarakat untuk menjaga lingkungan, membuat sistem peringatan dini, serta menyediakan bantuan darurat bagi warga terdampak harus menjadi prioritas,” tambah Suito.
“Anggota yang piket sudah berada di lapangan dan sudah meninjau lokasi, nanti akan kita bahas dengan bapak Bupati saat sudah aktif hari kerja. Selanjutnya kita sama-sama berdo’a agar longsor tidak terjadi lagi dan warga di bantaran sungai harap lebih waspada menanggapi fenomena alam yang satu ini. Dengan mitigasi sejak dini tentunya kerugian materil tidak terlalu banyak dan berdampak pada perekonomian. Mari kita sama-sama membangun Muba maju lebih cepat mulai dari diri sendiri,” pungkasnya. (Desi)














