Ancaman Longsor di Desa Kasmaran : Tanda Alam Perlu Diantisipasi Bersama

Ancaman Longsor di Desa Kasmaran : Tanda Alam Perlu Diantisipasi Bersama

Musi Banyuasin, Radar Keadilan Derasnya arus Sungai Musi yang dipicu oleh curah hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir kembali menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Pada Kamis malam (3/4/2025) pukul 20.00 WIB, sebuah peristiwa longsor terjadi di jalan raya lama, Dusun 3 Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana dan perencanaan wilayah berbasis risiko alam.

Meski tidak menelan korban jiwa, dampak longsor tersebut sangat nyata. Sembilan rumah yang berada di pinggir jalan raya lama, tepat di bibir Sungai Musi, terancam rusak lebih parah jika tidak segera dilakukan penanganan. Tanah yang terus terkikis akibat derasnya arus sungai telah memperlemah struktur tebing, sehingga rumah-rumah warga berada dalam kondisi kritis.

“Sudah lama kami khawatir, dan kini kenyataannya makin parah. Kami sangat berharap agar pemerintah kabupaten atau dinas terkait bisa segera turun tangan. Jangan sampai rumah-rumah kami benar-benar hanyut,” ujar salah satu warga dengan nada cemas.

Fenomena longsor seperti ini bukanlah kejadian yang datang tiba-tiba. Kombinasi antara curah hujan tinggi, aliran sungai yang deras, serta kondisi geografis yang rawan longsor, menjadi pemicu utama. Banyak daerah di sepanjang Sungai Musi mengalami tantangan serupa, terutama ketika infrastruktur dan tata ruang tidak dirancang dengan mempertimbangkan risiko bencana alam.

Mitigasi bencana seharusnya menjadi perhatian berbagai pihak, terlebih pemerintah daerah. Pemetaan zona rawan longsor, pembangunan sistem drainase yang memadai, serta penanaman vegetasi penahan tanah merupakan langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan.

Baca Juga :  Bupati OKI Siapkan 10 Hektare Lahan di Teluk Gelam untuk Sekolah Rakyat

Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga sangatlah penting, agar warga lebih siap dan tahu langkah-langkah yang harus dilakukan saat menghadapi situasi darurat.

Masyarakat juga harus siap dengan ancaman yang ada, karena kinerja pemerintah tentu tidak akan berjalan tanpa ada dukungan dari masyarakat setempat.