Acara ini menjadi wadah strategis bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat tata kelola industri sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.
Kegiatan dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Ketua GAPKI Sumsel Alex Sugiarto, serta diikuti oleh pelaku usaha, akademisi, dan berbagai pihak terkait.
Forum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perputaran ekonomi lokal, mulai dari sektor perhotelan hingga kuliner.
Gubernur Herman Deru menegaskan pentingnya peran Sumsel dalam peta industri sawit nasional, di mana sekitar 9 hingga 10 persen wilayahnya merupakan area perkebunan.
“Selama ini petani harus menunggu hingga empat tahun untuk kembali berproduksi. Namun kini ada temuan baru, sekitar 24 bulan tanaman sudah bisa berbuah. Ini perlu didiskusikan lebih dalam untuk mempercepat proses replanting,” ujar Herman Deru.

Sementara itu, Ketua GAPKI Sumsel Alex Sugiarto menjelaskan bahwa forum ini mengangkat tema pengelolaan sawit yang berkelanjutan dengan tetap mengacu pada regulasi pemerintah.
Selain diskusi panel, kegiatan juga dimeriahkan dengan seminar dan pameran produk unggulan.
“Harga sawit memang naik, tapi biaya produksi juga melonjak. Harga pupuk naik hampir 30 persen dan biaya distribusi juga meningkat, sehingga margin usaha relatif tetap. Kondisi global juga turut memengaruhi arus distribusi,” paparnya.
Diketahui, luas perkebunan sawit di Sumatera Selatan saat ini mencapai sekitar 1,3 juta hektare dengan produksi CPO mencapai 4 juta ton per tahun.
Melalui percepatan replanting dan penyelesaian berbagai kendala teknis serta perizinan, potensi produksi diproyeksikan dapat meningkat signifikan hingga 6 hingga 7 juta ton per tahun ke depannya. (*/Andrian)












