
Pertemuan berlangsung di Guest House Rumah Dinas Bupati Banyuasin, dengan membahas berbagai indikator strategis sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan, termasuk pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan, tingkat pengangguran, dan data statistik sektoral lainnya.

“Angka pertumbuhan ekonomi kita meningkat dari tahun 2024 sebesar 5,14 persen dan di tahun 2025 menjadi 5,40 persen,” jelasnya dalam pemaparan data.

Selain perkembangan ekonomi, Basuki juga mengungkapkan data sektor pertanian yang signifikan.
Luas panen Kabupaten Banyuasin tahun 2025 mencapai 230.797 hektare dengan produksi gabah kering giling (GKG) sebesar 1.175.418 ton, yang menghasilkan beras sebanyak 674.989 ton.
Pemerintah Kabupaten Banyuasin memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus 2026 agar berjalan optimal dan menghasilkan data berkualitas.
Ia menyambut baik capaian pertumbuhan ekonomi yang mencerminkan ketahanan dan geliat ekonomi masyarakat daerah.
“Pemkab Banyuasin akan terus memperkuat kolaborasi dengan BPS untuk merumuskan kebijakan berbasis data yang akurat dan komprehensif. Semoga upaya bersama ini semakin mempercepat terwujudnya Banjar yang Bangkit, Adil dan Sejahtera Berkelanjutan,” tegas Bupati Askolani.
Dengan dukungan yang solid dan data yang handal, langkah bersama antara Pemkab Banyuasin dan BPS diharapkan mampu mengakselerasi pembangunan daerah serta memastikan setiap kebijakan yang diambil tepat sasaran, sesuai dengan kondisi aktual masyarakat dan potensi ekonomi daerah. (*/Sangkut)











