Disebut Bupati Paok Bursah Zarnubi Balas Tebat Bukan Lelucon Tapi Senjata Ekonomi

Disebut Bupati Paok Bursah Zarnubi Balas Tebat Bukan Lelucon Tapi Senjata Ekonomi

Berita, Lahat, POLITIK2737 Dilihat
Spread the love
         
 
  
                 
   
Lahat, Radar Keadilan Suasana politik di Kabupaten Lahat kembali memanas menyusul pernyataan kontroversial yang dilontarkan Anggota DPRD Kabupaten Lahat dari Fraksi NasDem, Harlin Kurniawansyah.

Dalam kegiatan reses tahap II di Dapil VI, Jumat (10/4/2026), ia menyebut Bupati Lahat, H. Bursah Zarnubi, dengan sebutan “Bupati Paok” yang dinilai bernada merendahkan.

Menanggapi hal tersebut, Bursah Zarnubi tidak tinggal diam. Ia menegaskan bahwa sebutan tersebut tidak tepat sasaran karena program pengembangan “Tebat” atau kolam ikan bukan sekadar bahan candaan atau lelucon politik, melainkan sebuah strategi besar yang dirancang secara matang untuk kemajuan ekonomi daerah.

“Saya tidak tahu persis apa maksud dan tujuannya memberikan sebutan seperti itu. Namun yang jelas, program Tebat ini bukan bahan untuk disindir. Ini adalah program yang serius, berbasis kajian, dan memiliki tujuan mulia untuk kesejahteraan masyarakat,” tegas Bursah dengan tegas.

Bursah menjelaskan, pengembangan sektor perikanan melalui program Tebat merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi alam yang selama ini belum digarap secara maksimal.

Ia menilai sangat ironi jika daerah yang memiliki sumber daya alam melimpah justru masih bergantung pada pasokan ikan dari daerah lain.

“Potensi kita sangat besar, sayang jika dibiarkan begitu saja. Masakan kita sebagai daerah yang kaya air justru harus mendatangkan ikan dari luar seperti dari Lubuklinggau? Ini adalah masalah yang sedang kita benahi dan cari solusinya,” ungkapnya.

Lebih jauh, Bupati menjabarkan bahwa program ini memiliki dampak luas, mulai dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pembukaan lapangan kerja baru, hingga peningkatan taraf ekonomi masyarakat akar rumput.

Selain aspek ekonomi, program ini juga bertujuan melestarikan kearifan lokal yang sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Lahat.

Ia pun mengajak seluruh elemen, khususnya sesama pejabat publik, untuk lebih bijak dalam menyikapi pembangunan.

Kritik boleh saja disampaikan, namun hendaknya tetap dalam koridor yang membangun dan tidak merendahkan upaya yang jelas-jelas bertujuan untuk kebaikan bersama.

“Kami sangat terbuka terhadap masukan dan kritik yang sifatnya konstruktif. Namun tolong jangan merendahkan program yang tujuannya jelas untuk menyejahterakan rakyat,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lahat, Hj. Widia Ningsih, menambahkan bahwa pengembangan sektor pangan, termasuk perikanan, bukan hanya program daerah semata, melainkan sejalan dengan arah kebijakan nasional yang dicanangkan Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Ini bukan sekadar inisiatif lokal. Pengembangan pangan hewani termasuk budidaya ikan masuk dalam Program Strategis Nasional, jadi arah dan fokusnya sangat jelas dan terukur,” ujar Widia.

Di tengah dinamika politik yang terjadi, Pemerintah Kabupaten Lahat tetap optimis dan fokus menjalankan roda pemerintahan.

Program Tebat diyakini akan menjadi tulang punggung ekonomi baru yang mampu mengangkat derajat masyarakat, asalkan didukung oleh sinergi yang positif dan jauh dari politik murahan yang tidak produktif. (*/SMSI Lahat)