Acara bersejarah ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, beserta jajaran Forkopimda dan pejabat terkait.

Bupati Musi Rawas, Hj. Ratna Machmud dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan tahun ini mengusung tema “Musi Rawas MANTABKAN, Menuju Sumsel Maju Terus Untuk Semua, Indonesia Emas 2045”.
Tema tersebut diambil sebagai semangat kolektif untuk melanjutkan pembangunan daerah yang berawal dari penyatuan dua kewedanaan, Musi Ulu dan Rawas, pada 20 April 1943.
“Melalui momentum ini, saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersatu, mendukung, dan mensukseskan program pembangunan demi mewujudkan Musi Rawas Maju, Mandiri, Bermartabat, dan Berkelanjutan,” ujar Ratna Machmud.
Penghargaan lainnya juga berhasil dikantongi, mulai dari UHC Prioritas, Juara I Paritrana Award tingkat Provinsi, hingga Juara II tingkat nasional dalam penyelenggaraan jalan dan jembatan.
Dari sisi ekonomi makro, tercatat pertumbuhan ekonomi yang signifikan dalam lima tahun terakhir. Angka pertumbuhan ekonomi naik dari 2,33 persen menjadi 4,75 persen.
Pendapatan per kapita meningkat dari Rp51,2 juta menjadi Rp65,5 juta, sementara tingkat pengangguran terbuka berhasil diturunkan dari 2,78 persen menjadi 1,74 persen.
Selain itu, angka kemiskinan turun dari 13,89 persen menjadi 12,67 persen dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 67,01 menjadi 71,92.
Namun, Ratna mengakui masih terdapat tantangan dalam pembangunan infrastruktur, khususnya akses jalan di kawasan hutan yang terkendala perizinan dan keterbatasan anggaran, sehingga mengharapkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi.

Sementara itu, Gubernur Herman Deru memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan Musi Rawas sebagai salah satu kabupaten tertua di Sumatera Selatan yang tumbuh cukup pesat.
Ia menilai berbagai indikator pembangunan menunjukkan tren yang sangat positif.
“Saya yakin angka kemiskinan di Musi Rawas bisa ditekan hingga satu digit. Namun, perlu perbaikan data oleh dinas terkait dan BPS agar lebih akurat,” tegas Herman Deru.
Gubernur juga menekankan pentingnya pembangunan yang dilakukan secara bertahap dan terukur sesuai skala prioritas, mengingat luas wilayah Musi Rawas yang mencapai lebih dari 6.000 kilometer persegi.











