Kegiatan ini menargetkan 54 calon penerima manfaat yang tersebar merata di enam kabupaten dalam wilayah kerja PLN UP3 Lahat.
Konsep kepedulian sesama dalam program ini berasal dari inisiatif mulia para pegawai PLN yang secara sukarela menyisihkan sebagian penghasilan untuk membantu biaya penyambungan baru bagi warga yang selama ini belum memiliki meteran listrik pribadi.

“Kolaborasi ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dan PLN dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di bulan yang penuh rahmat ini,” tegasnya.
Dukungan penuh juga datang dari berbagai instansi terkait yang hadir langsung di lokasi penyalaan serentak.
Dinas Sosial Kabupaten Lahat diwakili oleh H. Budi Utama, SIP; Polsek Merapi dihadiri oleh Pratama Senggita yang menjamin kelancaran dan keamanan acara; Pemerintahan Kecamatan Merapi Barat diwakili oleh Heri Yulianto; serta Pemerintahan Desa Cinta Kasih yang didampingi langsung oleh Kepala Desa Rudiansyah.
“Listrik bukan sekadar sumber penerangan, melainkan harapan konkrit untuk kehidupan yang lebih baik. Kami berharap keceriaan Ramadhan tahun ini semakin terasa dengan hadirnya cahaya di rumah-rumah saudara kita yang membutuhkan,” ucapnya di tengah prosesi penyalaan saklar listrik pertama.
Rasa kebahagiaan meluap dari penerima manfaat Irwandi saat saklar listrik di rumahnya menyala untuk pertama kalinya.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada PLN dan Pemerintah Kabupaten Lahat. Kini ibadah di bulan puasa dan aktivitas anak-anak di malam hari berjalan lebih lancar dengan adanya listrik pribadi,” ungkapnya dengan suara penuh haru.
Berkah Ramadhan yang membawa penerangan bukan hanya menyinari ruangan fisik, melainkan juga mengetuk pintu hati setiap insan dengan semangat berbagi dan sinergi.
PLN UP3 Lahat membuktikan bahwa energi listrik tidak hanya tentang teknis distribusi kabel dan daya, melainkan juga tentang menerangi mimpi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang menjadi prioritas utama. (*/Yos)














