Musi Landas, Radar Keadilan – Progres pembangunan Tol Palembang–Betung menjadi fokus pemeriksaan langsung oleh pemerintah provinsi dan kabupaten, seiring dengan persiapan menyongsong arus mudik Idul Fitri yang akan segera tiba.
Kegiatan peninjauan berlangsung di wilayah Musi Landas, Kabupaten Banyuasin, pada hari Selasa (10/3), dengan melibatkan sejumlah pejabat utama serta pihak pengembang proyek.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., didampingi Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., dan Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., menerima paparan langsung dari Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, S.H., M.H., beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Selatan dan perwakilan PT Hutama Karya sebagai pengembang tol.
Beberapa titik strategis di sepanjang ruas tol menjadi fokus peninjauan, antara lain Jembatan Musi 5 Kramasan pada Km 345 dan Rest Area B pada Km 397.
Titik-titik tersebut dinilai krusial dalam mendukung operasional tol serta kenyamanan pengguna jalan.
Bupati Banyuasin menyampaikan kondisi aktual yang dihadapi masyarakat di ruas jalan lintas Palembang–Betung hingga arah Jambi.
“Ruas jalan tersebut sering menghadapi kepadatan lalu lintas yang tinggi, terutama akibat dominasi kendaraan bermuatan besar, yang berujung pada antrean panjang dan kemacetan yang cukup signifikan,” ujarnya.
Keberadaan Tol Palembang–Betung diharapkan menjadi solusi utama untuk mengurai beban lalu lintas pada jalan nasional yang ada.
Oleh karena itu, Bupati Banyuasin mengajukan permintaan agar ruas tol dapat difungsikan secara sementara bagi kategori kendaraan tertentu, sebagai upaya antisipasi peningkatan volume lalu lintas jelang musim mudik.
Pembangunan infrastruktur jalan tol ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat konektivitas wilayah serta memastikan kelancaran pergerakan masyarakat dan barang.
Dengan kesiapan yang optimal, Tol Palembang–Betung diharapkan benar-benar memberikan manfaat nyata dan menjadi solusi nyata atas permasalahan kemacetan yang telah lama mengganggu perjalanan lintas wilayah. (*/Sangkut)














