Sawahlunto, Radar Keadilan – Langkah strategis PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) melalui Unit Usaha Pertambangan Ombilin, dalam mengembangkan potensi daerah, kembali dibuktikan lewat penyelenggaraan Turnamen Tenis Terbuka yang megah dan berkelas.
Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, melainkan telah bertransformasi menjadi kekuatan utama yang memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus mengukuhkan posisi Sawahlunto sebagai destinasi unggulan pariwisata olahraga di Sumatera Barat, bahkan di kancah nasional dan internasional.
Sebagai salah satu agenda olahraga terbesar di wilayah tersebut, turnamen ini berhasil memikat partisipasi luar biasa, diikuti oleh 60 pasangan atau setara dengan 120 atlet yang berasal dari berbagai penjuru nusantara, mulai dari Sumatera Utara, Riau, Palembang, Jambi, Pekanbaru, Padang, hingga melibatkan peserta dari negara tetangga, Malaysia.
Tingkat partisipasi yang luas ini menjadi indikator nyata bahwa Sawahlunto memiliki daya tarik dan kapasitas besar untuk dikembangkan sebagai pusat pariwisata berbasis olahraga atau sport tourism yang berpotensi tinggi.
Wakil Wali Kota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan konsistensi PTBA dalam mendukung kemajuan daerah.
Ia menilai, kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah daerah melalui kegiatan semacam ini membawa dampak berantai yang sangat positif dan menyeluruh.
Bagi masyarakat, kehadiran ribuan peserta dan pendamping dari luar wilayah menjadi pendorong utama perputaran uang di berbagai sektor usaha.
“Pariwisata berbasis olahraga memiliki prospek yang sangat cerah untuk terus dikembangkan. Lewat acara ini, sektor perhotelan mencapai tingkat hunian maksimal, rumah makan dipadati pengunjung, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merasakan peningkatan omzet yang signifikan. Ini adalah dampak berantai yang sangat baik dan kami harap terus berkelanjutan bagi kemajuan daerah,” ungkap Jeffry, menegaskan manfaat ekonomi yang tercipta.
Selaras dengan hal tersebut, General Manager PTBA Ombilin Mining Site, Yulfaizon, menjelaskan bahwa penyelenggaraan turnamen ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam membangun kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar.
Ia menekankan bahwa peran perusahaan tidak hanya berhenti pada kegiatan operasional pertambangan dan energi, melainkan juga berkomitmen kuat untuk berkontribusi aktif dalam pengembangan potensi daerah, baik di bidang pariwisata, olahraga, maupun pemberdayaan ekonomi warga.
“Kegiatan ini adalah bentuk kontribusi konkret kami untuk mengangkat nama Sawahlunto melalui pariwisata olahraga. Kami berharap ajang ini dapat menjadi agenda tahunan yang dinanti, mampu meningkatkan daya tarik kota warisan dunia ini, serta mempererat tali persaudaraan antar peserta yang datang dari beragam latar belakang dan wilayah,” ujar Yulfaizon.
Dalam pelaksanaannya, turnamen ini mempertandingkan dua kategori kelompok umur, yaitu KU 100 dan KU 115, dengan total hadiah kompetitif mencapai Rp45 juta.
Semangat bertanding yang tinggi tetap diimbangi dengan penegakan sportivitas dan nilai kebersamaan, menciptakan suasana persaingan yang sehat dan berkelas.
Lebih dari sekadar arena pertandingan, kegiatan ini juga berfungsi sebagai wadah promosi pariwisata gratis dan efektif bagi Sawahlunto yang telah diakui sebagai Kota Warisan Tambang Dunia oleh UNESCO.
Banyak peserta dan rombongan yang memanfaatkan momen ini untuk mengeksplorasi berbagai situs sejarah, menikmati keindahan alam, serta mencicipi kekayaan kuliner khas daerah.
Dampak positif secara ekonomi pun terasa nyata di kalangan pelaku usaha lokal. Selama rangkaian acara berlangsung, tingkat hunian penginapan melonjak drastis.
Demikian pula dengan rumah makan, kedai kopi, hingga pedagang kaki lima di sekitar lokasi kegiatan yang mengalami lonjakan jumlah pembeli dan pendapatan.
Melalui kegiatan ini, PTBA kembali menegaskan identitasnya sebagai perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan usaha, melainkan juga bertanggung jawab dalam pembangunan berkelanjutan.
Sinergi antara olahraga, pariwisata, dan ekonomi masyarakat yang dibangun dalam turnamen ini menjadi bukti bahwa kolaborasi strategis mampu menciptakan kemajuan yang merata, menjadikan Sawahlunto semakin berdaya saing dan sejahtera di masa mendatang. (**)














