Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) secara resmi mendorong seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berperan sebagai garda terdepan dan teladan dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Langkah strategis ini dijalankan melalui gerakan ASN Sadar dan Ikut Kontribusi Pajak Daerah (ASIK Pajak) serta penerapan aplikasi SiDOMON Pajak (Sistem Digital Online Mempermudah Optimalisasi Pembayaran Pajak Daerah), sebagai wujud nyata transformasi tata kelola perpajakan yang lebih modern, efisien, dan transparan.
Optimalisasi penerimaan daerah dipandang sebagai fondasi utama dalam mewujudkan kemandirian fiskal.
Kemampuan daerah membiayai pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan menyejahterakan masyarakat sangat bergantung pada kekuatan pengelolaan keuangan daerah yang berjalan efektif dan berkelanjutan.
Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, menegaskan bahwa PAD yang kokoh memberikan ruang gerak lebih luas bagi pemerintah daerah untuk mewujudkan berbagai program prioritas.
Oleh karena itu, inovasi dan terobosan dalam sistem penerimaan pajak harus terus digalakkan dan disempurnakan.
“PAD yang kuat akan menjadi tulang punggung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kita harus terus mengoptimalkan penerimaan daerah melalui berbagai inovasi, salah satunya lewat digitalisasi. Ini bukan sekadar perubahan sistem, melainkan langkah strategis agar masyarakat semakin mudah, aman, dan nyaman dalam memenuhi kewajiban perpajakannya,” ujar Muchendi saat memimpin kegiatan di Halaman Kantor Bupati OKI, Selasa (2/6).
Pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada penggalian potensi pajak, tetapi juga berkomitmen memudahkan akses layanan bagi seluruh wajib pajak.
Melalui aplikasi SiDOMON Pajak, seluruh proses pembayaran kini dapat dilakukan secara daring, kapan saja dan di mana saja, tanpa perlu antre maupun melalui prosedur berbelit-belit.
Sistem ini dirancang untuk menjamin kecepatan, keamanan, dan transparansi transaksi keuangan daerah.
“Dengan SiDOMON Pajak, pembayaran menjadi lebih mudah, cepat, aman, dan transparan. Digitalisasi ini berperan ganda: memudahkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjadi instrumen krusial untuk meningkatkan tingkat kepatuhan wajib pajak serta memperkuat basis pendapatan daerah dalam jangka panjang,” tambahnya.
Lebih jauh, Muchendi mengajak seluruh elemen ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKI untuk menjadi teladan nyata.
Sebagai abdi negara, ASN diharapkan menjadi agen perubahan yang pertama kali mengadopsi sistem baru ini, sebelum mengajak masyarakat luas untuk turut memanfaatkannya.
Keteladanan ini dinilai sangat penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap sistem digital yang diterapkan pemerintah.
“ASN harus menjadi contoh nyata bagi masyarakat. Apabila aparatur pemerintah sudah terbiasa dan memanfaatkan pembayaran pajak secara digital lewat SiDOMON, maka kepercayaan masyarakat akan tumbuh dan mereka akan terdorong untuk ikut memanfaatkan layanan yang sama. Inilah kunci keberhasilan transformasi ini,” tegas Muchendi.
Komitmen Pemerintah Kabupaten OKI dalam mempercepat elektronifikasi transaksi pemerintah daerah mendapatkan apresiasi tinggi dari Bank Indonesia.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menilai penerapan SiDOMON Pajak merupakan langkah konkret yang sejalan dengan upaya nasional mendorong efisiensi, akuntabilitas, dan tata kelola keuangan yang bersih.
“Implementasi pembayaran pajak secara digital melalui SiDOMON adalah langkah brilian dalam mendukung Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah. Sistem ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan transparansi, tetapi juga berperan besar dalam memperluas inklusi keuangan serta membudayakan transaksi non-tunai di tengah masyarakat,” ungkap Bambang.
Ia juga menyoroti sinergi kuat antara Pemerintah Kabupaten OKI, Bank Indonesia, dan Bank Sumsel Babel sebagai model kerja sama yang patut dicontoh.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa kemudahan akses layanan keuangan akan berbanding lurus dengan peningkatan penerimaan daerah yang nantinya dikembalikan lagi untuk kepentingan pembangunan dan kesejahteraan warga.
“Sinergi lintas lembaga ini adalah fondasi penting transformasi digital daerah. Semakin mudah masyarakat memenuhi kewajiban pajaknya, semakin besar pula potensi penerimaan yang terhimpun. Dana tersebut sepenuhnya akan kita kembalikan dalam bentuk pembangunan yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Kabupaten OKI,” tambah Bambang.
Melalui gerakan ASIK Pajak dan pemanfaatan penuh aplikasi SiDOMON Pajak, Pemerintah Kabupaten OKI menargetkan perluasan basis data wajib pajak serta peningkatan signifikan tingkat kepatuhan.
Langkah ini ditujukan agar pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah dapat berjalan stabil dan berkelanjutan, menjadi bahan bakar utama percepatan pembangunan daerah.
Di sini, peran ASN kembali menjadi penentu keberhasilan, sebagai pelopor kampanye dan pengguna awal layanan digital yang membawa kemajuan bagi Kabupaten OKI menuju masa depan yang lebih mandiri dan sejahtera. (*/Heri)











